Korupsi Mark Up di Kemenhan, Prabowo Diminta Usut Tuntas

Berita, Kriminal127 Dilihat

HOTNESIA NEWSHashim Djojohadikusumo, adik dari calon presiden nomor urut 2 Prabowo Subianto, mengungkapkan dugaan korupsi mark up yang terjadi di Kementerian Pertahanan (Kemenhan).

Hashim mengatakan, korupsi mark up di Kemenhan sudah melampaui batas. Ia mencontohkan, harga satu senjata yang aslinya hanya 800 dollar bisa berubah menjadi 10.800 dollar.

Hal tersebut Hashim ungkapkan saat menjadi pembicara di acara Guyub Nasional di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (15/11/2023).

Hashim bercerita bahwa Prabowo Subianto yang baru diangkat menjadi Menteri Pertahanan pada 2019 silam, harus menandatangani kontrak senilai Rp 51 triliun. Namun, kontrak yang nilainya fantastis itu ternyata terindikasi korupsi mark up.

“Rp 51 triliun di atas meja dia. Dan waktu itu kami sudah dapat laporan, saya dapat laporan, di kontrak ini korupsi mark up-nya gila. Ini lebih gila, ini gila, ini gila, gilanya memang melampaui gila, Pak,” ujar Hashim.

Menurut Hashim, korupsi mark up merupakan salah satu penyakit di Indonesia. Sebab, di salah satu kasus korupsi mark up itu saja, angka mark up-nya mencapai 1.250 persen.

“Dan waktu saya lapor ke kakak saya, dia tidak mau percaya. Karena dia sudah bicara bocoran-bocoran berapa tahun, dia dikritik sebagai ‘Prabocor’ karena orang enggak mau percaya. Tapi yang diduga orang lebih jelek lagi. Ada orang yang lebih rakus lagi dari orang rakus,” sambung Hashim.

Hashim pun meminta Prabowo untuk mengusut tuntas dugaan korupsi mark up di Kemenhan. Ia yakin, Prabowo memiliki integritas dan komitmen untuk memberantas korupsi.

“Saya yakin, Pak Prabowo tidak mau korupsi. Saya yakin, Pak Prabowo tidak mau membiarkan uang rakyat dirampok. Karena itu, saya minta Pak Prabowo untuk mengusut tuntas kasus ini,” kata Hashim.

Prabowo Subianto sendiri belum memberikan komentar terkait pernyataan Hashim. Namun, dalam beberapa kesempatan, Prabowo telah menegaskan komitmennya untuk memberantas korupsi.

Pemberantasan korupsi merupakan salah satu isu utama yang menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Masyarakat berharap, Prabowo dapat mewujudkan komitmennya untuk memberantas korupsi jika terpilih menjadi presiden.

Dampak Korupsi Mark Up

Korupsi mark up di Kemenhan memiliki dampak yang sangat merugikan negara. Selain merugikan keuangan negara, korupsi mark up juga dapat menurunkan kualitas alutsista yang dibeli oleh Kemenhan.

Pada kasus korupsi mark up pembelian senjata yang diungkap oleh Hashim, harga senjata yang sebenarnya hanya 800 dollar menjadi 10.800 dollar. Hal ini tentu akan berdampak pada kualitas senjata yang dibeli oleh Kemenhan.

Kualitas senjata yang rendah dapat membahayakan keselamatan prajurit TNI. Selain itu, korupsi mark up juga dapat menghambat modernisasi alutsista TNI.(MIS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *