Pemerintah Cabut 10 KJP Pelajar di Jakarta Barat Akibat Tawuran

Berita, Pengetahuan111 Dilihat

HOTNESIA NEWS Pemerintah cabut 10 KJP (Kartu Jakarta Pintar) pelajar di Jakarta Barat. Pencabutan tersebut dilakukan karena para penerima KJP terlibat dalam tawuran.

“Ya memang kurang lebih 10 (KJP siswa dicabut),” kata Kepala Suku Dinas Pendidikan Jakarta Barat, Junaedi, saat dihubungi Kompas.com, Senin (4/12/2023).

Junaedi menjelaskan, pencabutan KJP dilakukan setelah pihaknya menerima laporan dari pihak sekolah dan kepolisian. Para pelajar yang terlibat tawuran tersebut berasal dari berbagai sekolah di Jakarta Barat, seperti SMK Negeri 2 Jakarta Barat, SMA Negeri 8 Jakarta Barat, dan SMP Negeri 28 Jakarta Barat.

“Kami melakukan verifikasi dan klarifikasi kepada pihak sekolah dan kepolisian. Setelah dipastikan bahwa pelajar tersebut terlibat tawuran, maka KJP-nya kami cabut,” kata Junaedi.

Junaedi berharap pencabutan KJP tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi pelajar lain agar tidak terlibat tawuran. Ia juga mengimbau kepada orang tua untuk memberikan perhatian lebih kepada anak-anaknya.

“Orang tua harus berperan aktif dalam mengawasi anak-anaknya. Jangan sampai anak-anaknya terlibat dalam tawuran,” kata Junaedi.

Pencabutan KJP pelajar yang terlibat tawuran merupakan salah satu upaya Pemprov DKI Jakarta untuk menekan angka tawuran di Ibu Kota. Selain pencabutan KJP, Pemprov DKI juga menerapkan berbagai kebijakan lain, seperti patroli gabungan dan pembinaan pelajar.

Pada tahun 2023, Pemprov DKI Jakarta telah melakukan patroli gabungan sebanyak 1.200 kali. Patroli tersebut melibatkan aparat kepolisian, TNI, dan Satpol PP.

Pemprov DKI juga memberikan pembinaan kepada pelajar yang terlibat tawuran. Pembinaan tersebut dilakukan oleh Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan.

Pemprov DKI berharap dengan berbagai upaya yang dilakukan tersebut, angka tawuran di Ibu Kota dapat terus ditekan.

Dampak Negatif Tawuran

Tawuran merupakan tindakan kekerasan yang dapat menimbulkan dampak negatif bagi pelakunya, baik secara fisik maupun psikis. Secara fisik, tawuran dapat menyebabkan luka-luka bahkan kematian. Secara psikis, tawuran dapat menyebabkan trauma, stres, dan gangguan mental.

Selain itu, tawuran juga dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat luas. Tawuran dapat mengganggu ketertiban umum dan menimbulkan rasa takut di masyarakat.

Oleh karena itu, penting bagi para pelajar untuk menghindari tawuran. Tawuran bukanlah solusi untuk menyelesaikan masalah. Tawuran hanya akan menimbulkan masalah baru yang lebih besar.

Upaya Pencegahan Tawuran

Ada berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah tawuran, antara lain:

  • Peningkatan pendidikan karakter

Pendidikan karakter merupakan salah satu upaya penting untuk mencegah tawuran. Pendidikan karakter dapat mengajarkan para pelajar untuk berperilaku baik, toleran, dan tidak mudah terprovokasi.

  • Peningkatan pengawasan orang tua

Orang tua memiliki peran penting dalam mencegah tawuran. Orang tua harus memberikan perhatian lebih kepada anak-anaknya dan mengawasi aktivitas mereka.

  • Peningkatan peran masyarakat

Masyarakat juga dapat berperan dalam mencegah tawuran. Masyarakat dapat melaporkan kepada pihak yang berwajib jika melihat adanya aksi tawuran.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, diharapkan angka tawuran di Indonesia dapat terus ditekan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *