Penyebab Kecelakaan Kereta Api Turangga dan Lokal Bandung Masih Diselidiki, Dugaan Human Error Kuat

Berita, Pengetahuan92 Dilihat

HOTNESIA NEWS – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih menyelidiki penyebab kecelakaan kereta api (KA) Turangga relasi Surabaya-Bandung dan KA Lokal Bandung Raya di petak Stasiun Cicalengka-Haurpugur, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, pada Jumat (5/1/2024) pagi.

Kecelakaan tersebut mengakibatkan empat orang kru KA Turangga meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.

Kepala Subdirektorat Investigasi Kecelakaan Kereta Api KNKT, Akhmad Syafi’i, mengatakan, pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk masinis dan asisten masinis dari kedua kereta api tersebut.

“Kami juga telah melakukan pemeriksaan terhadap sarana dan prasarana di lokasi kejadian,” kata Syafi’i dalam keterangannya, Sabtu (6/1/2024).

Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, Syafi’i mengatakan, ada dugaan bahwa kecelakaan tersebut disebabkan oleh human error.

“Dugaan kuatnya adalah human error,” ujar Syafi’i.

Namun, Syafi’i menegaskan, pihaknya masih akan melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kecelakaan tersebut.

“Kami masih akan mengumpulkan data dan informasi lainnya,” kata Syafi’i.

Pada saat kejadian, KA Turangga yang membawa 287 penumpang melaju dari arah Surabaya menuju Bandung. Sementara itu, KA Lokal Bandung Raya yang membawa 191 penumpang melaju dari arah Padalarang menuju Cicalengka.

Kecelakaan terjadi saat KA Turangga memasuki Stasiun Cicalengka. KA Turangga seharusnya berhenti di Stasiun Cicalengka, tetapi justru melaju terus dan menabrak KA Lokal Bandung Raya yang sedang berhenti di jalur 2.

Akibat tabrakan tersebut, KA Turangga terguling ke samping. Sedangkan KA Lokal Bandung Raya mengalami kerusakan parah.

Proses evakuasi korban tabrakan dilakukan oleh petugas gabungan dari PT Kereta Api Indonesia (KAI), TNI, Polri, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung.

Keempat korban meninggal dunia adalah kru KA Turangga, yaitu masinis, asisten masinis, dan dua orang petugas keamanan kereta api.

Sedangkan puluhan korban luka-luka telah dilarikan ke sejumlah rumah sakit di Bandung.

Kecelakaan tersebut merupakan yang kedua kalinya terjadi di jalur kereta api Cibatu-Cicalengka dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Pada 14 Desember 2023, KA Argo Parahyangan relasi Bandung-Jakarta juga mengalami tabrakan dengan KA lokal di jalur tersebut.

Kecelakaan tersebut menyebabkan dua orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka.

Insiden tabrakan kereta api tersebut menjadi perhatian serius dari pemerintah. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah menginstruksikan kepada jajarannya untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keselamatan di perkeretaapian.

“Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh untuk meningkatkan keselamatan di perkeretaapian,” kata Budi Karya.

Budi Karya juga meminta masyarakat untuk tetap berhati-hati saat menggunakan transportasi kereta api. Masyarakat diminta untuk mematuhi peraturan yang berlaku dan mengikuti arahan petugas.

Dampak dan Kebijakan yang Perlu Diambil

Kecelakaan kereta api lokal Bandung dan kereta api Turangga yang terjadi pada Jumat (5/1/2024) pagi telah menimbulkan dampak yang signifikan. Selain menyebabkan korban jiwa dan luka-luka, kecelakaan tersebut juga menimbulkan kerugian materi yang tidak sedikit.

Berdasarkan data dari PT Kereta Api Indonesia (KAI), total kerugian yang dialami akibat kecelakaan tersebut mencapai Rp12 miliar. Kerugian tersebut meliputi kerusakan sarana dan prasarana kereta api, serta biaya perawatan dan pengobatan korban.

Kecelakaan tersebut juga menimbulkan dampak psikologis bagi para korban dan keluarga korban. Korban yang selamat harus menjalani perawatan di rumah sakit dan menjalani pemulihan psikologis. Keluarga korban juga harus menghadapi kehilangan orang yang dicintai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *