Bikin Klub Lain Ketar-ketir, Kelicikan Chelsea Buat UEFA Segera Ubah Aturan FFP

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Kontrak jangka panjang nan dilakukan Chelsea untuk para rekrutan barunya, rupanya membikin UEFA mempunyai rencana mengganti patokan Financial Fair Play (FFP). Foto: REUTERS-Andrew Couldridge

INDOSPORT.COM – Kontrak jangka panjang nan dilakukan Chelsea untuk para rekrutan barunya, rupanya membikin UEFA mempunyai rencana mengganti patokan Financial Fair Play (FFP).

Sejak era pemilik baru Todd Boehly dan Clearlake Capital, Chelsea tampil secara sadis dalam mendatangkan pemain anyar.

Pada musim 2022-2023, tim nan dikenal dengan julukan The Blues itu telah menghabiskan lebih dari 400 juta pounds (sekitar Rp7 triliun) untuk mendatangkan 14 pemain termasuk peminjaman Joao Felix.

Kendati demikian, transfer pada musim dingin melangkah tidak seperti pada sebelumnya. Selain mendatangkan pemain dengan usia muda, perjanjian nan diberikan juga di luar nalar.

Usut punya usut, perjanjian panjang nan diberikan Chelsea kepada para rekrutan anyar dilakukan agar bisa memanfaatkan celah dari peraturan UEFA terkait Financial Fair Play (FFP).

Baru-baru ini, mereka sukses membajak Mykhaylo Mudryk dari Arsenal meskipun kudu memecahkan rekor pembelian di musim panas dengan biaya sekitar 88,5 juta pounds (setara Rp1,6 triliun).

Mudryk telah sepakat untuk berasosiasi ke Stamford Bridge dengan perjanjian selama delapan separuh tahun nan luar biasa dan memecahkan rekor.

Kendati demikian, kehadiran penyerang sayap kiri 22 tahun itu tetap tak membikin Chelsea terkena hukuman pelanggaran FFP dan tetap memungkinkan untuk mendatangkan pemain lainnya.

Rupanya, perjanjian jangka panjang nan diberikan kepada Mudryk sebagai salah satu langkah Chelsea untuk mengamortisasi biaya pengeluaran.

Alhasil, Chelsea hanya bakal mengeluarkan biasa sekitar 10 juta pounds di setiap musim lantaran mereka mengamortisasi biaya kepindahan Mykhaylo Mudryk selama kontraknya.

Selengkapnya
Sumber Olahraga Indosport
Olahraga Indosport
Atas